11/11/2006

Eksotiknya Gunung Ungaran

Gunung ini dapat didaki darimedium_gu.jpg Jimbaran - Ungaran, atau dari Taman Wisata Candi Gedung Songo - Ambarawa. Dengan menggunakan kereta api Tawang Jaya dari stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Poncol - Semarang. Dari stasiun poncol ini kita naik bus kota menuju terminal Terboyo, dilanjutkan dengan bus kecil jurusan Bandungan. Gunung Ungaran terletak di sebelah Selatan - Barat Daya kota Semarang dengan jarak sekitar 40 Km, tepatnya berada di kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi type strato. Gunung ini terdiri dari tiga buah gunung yakni Gn. Gendol, Gn.Botak, dan Gn. Ungaran. Puncak tertinggi Gn. Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl. Untuk menuju puncak Gunung Ungaran ini dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari candi Gedung Songo, atau sekitar 8 jam dari Jimbaran. Gunung ini sangat istimewa yakni adanya panas bumi di sisi selatan dan sisi utara gunung, juga di kaki gunung di sebelah timur. Panas tertinggi berada di Gedongsongo dengan adanya uap panas dan kolam bersuhu 86°C juga sumber mata air panas. Disebelah utara Gn. Ungaran terdapat beberapa sumber air panas dengan suhu berkisar 48°C and 53°C. Air panas yang terdapat di sebelah timur gunung memiliki suhu yang hangat berkisar 42°C. Panas yang dihasilkan di sekitar Gedungsongo ini berhubungan dengan aktivitas termuda gunung berapi yang terjadi pada gn.Ungaran, yakni sejak adanya aliran lahar andesive di kawah di sebelah utara. Tidak ada catatan mengenai sejarah letusan gn.Ungaran. Beberapa kali aktifitas letusan pernah terjadi di tengah-tengah gunung dekat puncak gn. Ungaran, sehingga membentuk gunung berapi. Aktivitas fase termuda gunung berapi ini adalah berupa susunan timbunan basalt dan batu andesit yang melingkar dengan garis tengah 19 Km yang memotong gunung berapi ungaran tua dan sedimen ketiga. Dua generasi kubah Andesit telah terbentuk sejak adanya lapisan ke empat di sekitar lingkaran patahan dan sisi-sisi gunung. Berada di komplek Candi Gedong Songo di kaki Gunung Ungaran seperti terlempar ke masa lalu dengan segala kekunoannya. Tujuh buah candi berdiri membisu yang satu dengan lainnya terpisah sekitar 100 meter terasa memancarkan aura kedamaian yang abadi. Segarnya aroma getah pinus dan wangi mawar yang datang terbawa semilir angin membuat kepala terasa ringan. Komplek Candi Gedong Songo memang dikitari hamparan kebun bunga di kanan kirinya, mengingatkan pada keindahan kahyangan tempat dewa-dewa bersemayam dalam cerita pewayangan. Di kejauhan nampak hijaunya hutan pinus yang merayapi kaki hingga puncak Gunung Ungaran. Sesuai namanya komplek candi ini sebenarnya terdiri atas sembilan candi, berderet dari bawah ke atas yang dihubungkan dengan jalan setapak bersemen. Satu candi yang berada di puncak paling tinggi disebut Puncak Nirwana. Sayang sekali dari sembilan candi dua diantaranya sudah rusak hingga sekarang tinggal tujuh buah. Komplek Candi Gedong Songo ini diperkirakan dibangun oleh Raja Sanjaya, raja Mataram kuno pada sekitar abad 8 Masehi. Melihat langgam arsitektur dan pendirinya yang beragama Hindu Candi Gedong Songo jelas merupakan candi Hindu yang dibangun untuk tujuan pemujaan. Berbagai patung dewa yang ada di sini seperti Syiwa Mahaguru, Syiwa Mahadewa, Syiwa Mahakala, Durgamahesasuramardhani dan Ganesya makin menegaskannya sebagai bangunan pemujaan umat Hindu. Juga ditemukan Lingga dan Yoni yang merupakan ciri khas candi Hindu di Indonesia. Setelah berabad-abad tak pernah disebut keberadaan Candi Gedong Songo untuk pertama kali dilaporkan oleh Gubernur Jenderal Raffles pada tahun 1740. Seorang arkeolog Belanda, Dr EB. Volger, selanjutnya melakukan study dan diteruskan oleh beberapa arkeolog Indonesia. Pemugaran candi dan penataan lingkungan secara menyeluruh dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1972-1982. Dilihat dari letaknya komplek Candi Gedong Songo termasuk istimewa karena berada pada ketinggian sekitar 1000 meter dpl. Dari tempat ini wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan kota Ambarawa dan genangan air Rawapening dengan latar belakang gunung kembar Sumbing dan Sindoro yang berdiri gagah di kejauhan. Awal pendakian kita sudah di hadang oleh bukit yang sangat terjal dan licin, dan pada musim panas banyak debunya. Pendaki harus berhati-hati karena banyak batu-batu yang mudah longsor, sehingga sangat membahayakan pendaki lainnya yang berada di bawah. Jalur ini sangat curam sehingga akan menguras tenaga, dan memerlukan konsentrasi yang tinggi. Sebagai pemanasan awal yang sangat melelahkan, sebaiknya kita tidak terburu-buru dan lakukan istirahat bila kelelahan dan kehabisan nafas. Ada beberapa batu besar pada lereng curam ini, sehingga pendaki dapat beristirahat sambil menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke bawah bukit. Setelah tiba di atas bukit, perjalanan dilanjutkan dengan mengelilingi bukit. Bukit ini banyak ditumbuhi alang-alang dan pada siang hari sangat panas dan berdebu. Beruntung sekali jalur sudah agak mendatar meskipun ada beberapa tempat yang agak curam. Dari bukit ini kita bisa menyaksikan kota Ambarawa, dan Rawapening. Setelah melewati bukit alang-alang kita akan memasuki kawasan hutan yang berada di suatu lembah yang dikelilingi oleh lereng-lereng terjal yang berbentuk tapal kuda. Kawasan hutan yang tersembunyi ini banyak di huni oleh burung-burung dan di puncak-puncak lereng banyak ditumbuhi bunga Edelweis. Kita merasa seolah-olah berada di Taman Eden yang hilang, suasana hening dan sejuk serta pemandangan yang sangat indah memberi ketenangan batin bagi para Pendaki. Jalur di kawasan hutan ini mendatar kemudian sedikit menurun setelah itu kembali jalur menjadi terjal melalui akar-akar pohon, dan batu-batuan. Setelah melewati dua buah bukit terjal yang di selingi dengan jalur datar, pendaki akan bertemu dengan jalan yang bercabang, ambillah jalur ke kiri karena jalur kanan buntu. Mendekati puncak gunung jalur sangat terjal dan sangat berbahaya, pendaki harus ekstra hati-hati dan tetap menjaga stamina. Sesampainya di atas bukit terdapat tempat yang cukup luas untuk membuka tenda, di sini banyak terdapat pohon-pohon yang bisa digunakan untuk berteduh dan berlindung dari hempasan angin yang bertiup kencang. 100 meter dari tempat ini kita akan sampai di puncak gunung Ungaran, yakni suatu tempat terbuka yang tidak terlalu luas. Di sini terdapat tugu peringatan yang berada di puncak gunung. Pemandangan dari puncak gunung Ungaran ini sangat indah. Dari puncak Gn. Ungaran kita dapat melihat Gn. Sumbing, Gn. Sundoro di sebelah barat daya. Sedangkan di sebelah tenggara, kita melihat Gn. Telomoyo, Gn. Merbabu, dan Gn. Merapi yang sejajar dengan Gn. Ungaran membentuk satu garis kelurusan vulkanik Ungaran - Telomoyo - Merbabu - Merapi . Kelurusan vulkanik Ungaran-Merapi tersebut merupakan sesar mendatar yang berbentuk konkaf hingga sampai ke barat, dan berangsur-angsur berkembang kegiatan vulkanisnya sepanjang sesar mendatar dari arah utara ke selatan. Dapat diurut dari utara yaitu Ungaran Tua berumur Pleistosen dan berakhir di selatan yaitu di Gunung Merapi yang sangat aktif hingga saat ini.

20:04 Posted in Indonesiaku | Permalink | Comments (7) | Email this

07/17/2006

Foto-foto kota Ungaran

medium_batas_kota_ungaran_bawen.jpg
Bagi anda yang ingin melihat foto-foto tentang kota ungaran ini ada link untuk menuju kesana. Foto-foto Kota Ungaran.

13:50 Posted in Indonesiaku | Permalink | Comments (10) | Email this

06/07/2006

Laptop $100 dan Kemajuan Bangsa

Sudah pernah mendengar proyek ini?medium_images.2.jpgMIT Media Laboratory -yang dikomandani Nicholas Negroponte (chairman) dan Mary Lou Jepsen (chief technology officer)-mencanangkan program laptop murah untuk anak sekolah (terutama) di negara-negara berkembang. Harga yang diajukan hanya sebesar $100 per buah dan dijual hanya kepada pemerintah dalam jumlah besar untuk didistribusikan kepada murid-murid yang memang layak membutuhkan.

Spesifikasi teknis yang ditawarkan kira-kira meliputi processor dengan kecepatan 500MHz, memory 1GB, dan berbasis sistem operasi Linux. Laptop ini juga sudah Wi-Fi enabled dan mendukung port USB. Teknologi inovatif konon juga dimasukkan pada sistem power untuk screen. Proyek ini sudah terdengar gaungnya sejak lama (Januari 2005) dan benar-benar akan diluncurkan tahun depan.

Tahap produksinya saat ini sedang dilakukan. MIT sudah membuka tender untuk mass manufacturing produk ini. Apple termasuk yang memasukkan penawaran menarik. Sayangnya tawaran ini ditampik dengan alasan MIT lebih menyukai sistem yang bisa dikembangkan sendiri oleh developer mereka tanpa ketergantungan berlebih pada Apple. Konon Cina, Brasil, Thailand, Mesir, dan Nigeria sudah menyatakan minatnya untuk membeli masing-masing setidaknya 1 juta unit. Untuk pasar komersial juga telah dipersiapkan produk serupa dengan harga sekitar $200. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan besar sekelas Advanced Micro Devices (AMD), Brightstar, Google, News Corporation, Nortel Networks, maupun Red Hat ikut memberi kontribusi dalam proyek ini.

Pertanyaannya kemudian adalah, mampukah Indonesia memanfaatkannya? Tentu saja hal ini sangat tergantung pada political will para punggawa negeri ini. Tapi asumsikan saja pemerintah mau memborong 1 juta buah laptop. Berarti total kos yang dikeluarkan sekitar $100 juta atau kurang lebih Rp 1 triliun. Dibandingkan dengan APBN kita yang, lets say, ratusan triliun itu, angka ini jelas relatif kecil. Bahkan kurang dari anggaran biaya kepresidenan selama kurun waktu satu tahun.

Lalu soal manfaatnya? Tentu saja sangat strategis, berdampak besar, dengan skala nasional. Bayangkan andaikata 1 juta anak sekolah di daerah-daerah terpelosok bisa memiliki akses untuk ilmu pengetahuan terkini dan informasi yang selalu up-to-date dari dunia internasional. Andaikata satu buah laptop digunakan secara bergantian oleh 2 atau 3 anak, maka akan ada 2-3 juta anak Indonesia yang mempunyai akses ke laptop. Belum lagi jika akses internetnya dimanfaatkan, tentu saja manfaatnya bisa meningkat lebih tinggi lagi. Kalau akses internet belum terjangkau penuh, masih bisa digantikan oleh CD berisi mata pelajaran atau informasi lain yang membuat laptop murah ini tetap bermanfaat.

Akibatnya, dengan bantuan laptop murah ini mutu pendidikan bisa perlahan terangkat. Anak Indonesia sedari kecil akan mulai terbiasa dengan bahasa Inggris -bahkan mungkin bahasa Perancis, Jerman, Mandarin, Jepang, dan seterusnya. Kerjasama mutualisme dengan anak-anak sekolah di negara lain juga bisa mulai dibangun. Tentu saja hal ini akan sangat berdampak besar bagi wawasan mereka. Dalam jangka panjang, semoga saja akan ada banyak calon pemimpin dari daerah terpencil yang nantinya mampu merealisasikan bakat dan kemampuannya sendiri. Bukan mustahil kalau di tahun 2015 nanti akan muncul pemenang Nobel berkebangsaan Indonesia. Who knows?

Kendati demikian, di banyak daerah pelosok, akses jaringan listrik (apalagi jaringan internet) mungkin belum bisa diperoleh. Tetapi di sisi lain hal ini akan menciptakan tantangan bagi praktisi teknologi di negara ini untuk merancang dan menciptakan jaringan listrik maupun jaringan internet secara kreatif, murah, namun tetap efektif. Misalnya membuat sumber lisrik yang digerakkan oleh tenaga engkol manusia, atau generator listrik seperti halnya lampu sepeda, atau bahkan sel surya, kincir angin, atau dinamo hidro yang lebih sophisticated. Untuk akses internetnya mungkin bisa dibuat semacam antena parabola yang digerakkan oleh sumber listrik tadi. (Maaf, mungkin teman-teman yang punya background engineering jauh lebih tahu dari saya)

Lalu bagaimana dengan resikonya? Tentu saja resiko itu selalu ada. Misalnya korupsi di lapangan di mana laptop murah ini justru dijual ke pihak lain sehingga pemanfaatannya menjadi berantakan. Idealnya memang pemerintah membeli dalam partai besar kemudian menyalurkannya kepada sekolah-sekolah melalui mekanisme yang benar-benar baik. Prioritasnya adalah daerah-daerah yang miskin dan terpencil. Tentu saja disertakan bersama paket infrastruktur yang layak, termasuk gedung sekolah yang memadai, antena parabola, sistem jaringan Wi-Fi, dan seterusnya.

Baru-baru ini, RUU tentang guru dan dosen telah disahkan menjadi UU. Ini adalah pertanda baik bagi kemajuan pendidikan negeri ini. Kesejahteraan dan nasib guru mulai diperhatikan. Kualitas staf pengajar juga mulai distandardisasikan. Dan andai saja pemerintah juga merencanakan untuk mengambil manfaat dari program ini, tentu saja manfaat yang diperoleh akan luar biasa besar. Memang benar bahwa ini uang yang tidak akan kembali dalam bentuk nyata. Tetapi, seperti halnya apa yang telah diamanatkan UUD 1945, usaha-usaha untuk mencerdaskan bangsa dan menghasilkan pribadi yang lebih cerdas dan lebih terampil perlu mendapat prioritas.

Saya pribadi saat ini memang belum punya kemampuan untuk ikut berpartisipasi dalam program mulia semacam itu. Keterbatasan saya tentu ada pada lack of knowledge, lack of skills, lack of capabilities, dan tentu saja soal pendanaan. Tapi, kalau boleh saya menghimbau buat para pakar dan praktisi teknologi informasi dan komunikasi di negeri ini, marilah kita sama-sama turun ke lapangan, berbuat sesuatu yang riil dan bermanfaat bagi negeri ini. Tidak melulu hanya berkoar-koar di seminar, melakukan debat kusir di media, menulis di blog (seperti saya), atau mungkin, malah mengurusi blogger yang usil membuat manipulasi foto. ;)

Come on! Grow up and be wise!

09:44 Posted in Indonesiaku | Permalink | Comments (0) | Email this

04/28/2006

2007 Penurunan Penduduk Miskin Jadi 14,4%

JAKARTA, 17 Maret 2006- Pemerintah menargetkan penurunan penduduk miskin menjadi 14,4% dan penurunan angka pengangguran menjadi 10,4% pada 2007

Berdasarkan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah yang disusun Bappenas disebutkan bahwa keberhasilan penurunan kemiskinan maupun pengangguran ditunjang oleh peningkatan investasi berupa pembentukan modal tetap bruto sebesar 11,5% dan industri pengolahan nonmigas 8,1%.

"Keberhasilan juga ditunjang oleh peningkatan penerimaan ekspor nonmigas sebesar 8,2% dan penerimaan devisa dari pariwisata sebesar 15%," ungkap rancangan yang secara resmi disampaikan kepada Presiden hari ini dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan RKP yang disusun pemerintah berkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009. "Peningkatan investasi dan ekspor guna menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sangat membutuhkan stabilitas makro."

Presiden juga sempat menyatakan bahwa kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan APBN harus dibicarakan terlebih dahulu dengan DPR yang juga memegang fungsi budget. Seperti diketahui Keputusan final soal naik tidaknya tarif dasar listrik (TDL) sangat ditentukan oleh hasil pembahasan di DPR. Baik Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Boediono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro hingga Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyatakan bahwa keputusan TDL tergantung pada pembahasan di DPR.

Lebih jauh, RKP menyebutkan pemerintah bakal menciptakan tenaga kerja yang lebih luwes, perbaikan iklim investasi dan usaha, perluasan negara tujuan dan produk ekspor, peningkatan intensitas pariwisata serta peningkatan produktivitas dan akses UKM terhadap sumber daya produktif.

Sementara untuk sasaran RKP 2007 menyangkut prioritas revitalisasi pertanian dan pembangunan pedesaan, pemerintah menargetkan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 2,7%. Dalam bidang hukum, pemerintah memprioritaskan penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi, dan reformasi birokrasi sepanjang 2007 (den)

dikutip dari komitekpri

17:34 Posted in Indonesiaku | Permalink | Comments (2) | Email this